Senin, 23 Desember 2013

Siapa Bilang Golput Gak Boleh !

Mau golput ? silahkan saja,
Toh di Indonesia ini kan hak asasi di junjung tinggi, dan golput adalah salah satu bagian dari hak asasi manusia juga. Jadi sah-sah aja kalo dalam pemilihan calon presiden pun ada yang golput, itu hak masyarakat.

Mau golput ? silahkan saja,
Karena golput juga kan merupakan pilihan bagi mereka yang kurang pede bahwa perubahan kebaikan akan muncul bersama usaha pengubahan keadaan buruk itu sendiri. Selama tidak ada usaha untuk mengubah kerusakan-kerusakan di pemerintahan, maka selamanya pemerintahan akan tetap rusak. Dan golput adalah bagian yang ikut menyumbang kerusakan kelakuan pemerintah.

Mau golput ? silahkan saja,
Tapi tau gak, di negara Suriah sana ketika yang berkuasa adalah orang yang mementingkan hajat kelompok dan ajaran nya, mereka dengan tega membunuh orang-orang di luar kalangan mereka. Denger-denger sih mereka islam juga tapi beda paham gitu, jadi masyarakat yang gak sepaham dibuat menderita bahkan di siksa. Gak beda jauh lah sama di Iran sana, masyarakat sunni terus di intimidasi oleh pemerintahan syiah.

Rabu, 11 Desember 2013

Wasilah Itu Bernama Bendera

Pada awal tahun ke-8 Hijriyah, Rasululalh SAW menyiapkan pasukan tentara untuk memerangi tentara Romawi di Muktah. Beliau mengangkat Zaid bin Haritsah menjadi komandan pasukan. Rasulullah berpesan, "Jika Zaid tewas atau cidera, komandan digantikan Ja’far bin Abi Thalib. Seandainya Ja’far tewas atau cidera pula, dia digantikan Abdullah bin Rawahah. Dan apabila Abdullah bin Rawahah cidera atau gugur pula, hendaklah kaum muslimin memilih pemimpin/komandan di antara mereka."

Setelah sampai di Muktah, terjadilah pertempuran yang tidak seimbang, antara tentara Romawi dengan kekuatan 100.000 pasukan inti yang terlatih berhadapan tentara kaum Muslimin yang hanya berkekuatan 3.000 pasukan di bawah pimpinan Zaid bin Haritsah.

Dalam pertempuran itu ketika Zaid gugur sebagai syahid, Ja’far segera menyambar bendera Rasulullah sebagai tanda kepemimpinan kini ada padanya. Begitupun saat satu per satu tangan Ja’far putus ditebas musuh hingga syahid, secepat kilat Abdullah bin Rawahah merebut bendera komando dan melanjutkan pertempuran. Walaupun pada akhirnya beliau pun syahid di medan jihad, menyusul dua sahabat nya yang lain.

Senin, 02 Desember 2013

Renungan Hari Lahir

Beberapa puluh tahun yang lalu telah lahir seorang anak manusia dengan taklif suci yang di sanggupi nya, sebagaimana dalam firman Kalamullah yang menceritakan proses taklif itu;

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)".(QS. Al A’raaf: 172)

Seiring dengan berjalannya waktu dan pertumbuhan pun merupakan sebuah keniscayaan dari keluarga yang penuh cinta dengan kehangatan optimisme, berkembang pula pola pemikiran dan kepercayaan. Dengannya pun beriring godaan-godaan, egoisme kedewasaan yang kian berubah sejalan dengan pertambahan pengetahuan. Dari nya lahir sikap dan tindakan harian, yang dengan nya pula beragam gaya manusia berada di dunia.

Dalam pertumbuhan manusia, umur kita tidak bisa diketahui kapan akan berakhir. Namun Rasulullah telah jauh-jauh hari mengingatkan batasan umur umatnya;

"Umur umatku berkisar antara 60 sampai 70, amat sedikit dari mereka yang lebih dari itu." (HR. Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 757)

Rabu, 28 Agustus 2013

FITNAH DAN DARAH

Rabiah adawiyah, saat Ramadhan 1434 Hijriyyah

tercatat sudah dalam sejarah
demokrasi di khianati hak asasi
saat Mesir terpimpin DR. Moursiy
saat para pengkhianat lakukan kudeta
saat dunia dibuat buta berita

taukah di Rabiah adawiyyah sana,
saat presiden yang sah terpilih dikudeta
di culik dan di sandera junta-junta durjana
rakyat Mesir berdemo damai hingga takbir menggema
memenuhi rongga-rongga nafas kota

disana,
tak ada yang hendak mereka pinta
selain pengembalian presiden pada posisi yang semestinya
tak ada yang mereka bawa
selain Al-Quran penenteram jiwa
bukan senjata

Senin, 25 Maret 2013

Saya Bangga Membenci PKS


Bagi saya politik itu kotor, kejam, menghalalkan segala cara dan jauh dari kebaikan. Anggapan itu saya dapat ketika masih sekolah. Dalam pandangan saya mereka yang terlibat dikancah perpolitikan, sudah pasti akan melakukan berbagai cara agar berhasil meraih suara demi pemimpin-pemimpin mereka.

Apalagi jika hal itu dibalut dengan embel-embel agama, rasanya tidak pantas kemurnian ajaran agama harus disandingkan dengan perpolitikan yang penuh intrik. 
Seperti beberapa partai politik yang mengatasnamakan agama, mengatasnamakan dakwah.

Yang paling terlihat penyandangan lebel agama, ternyata ada pada PKS. Yang menamakan partai islam, partai dakwah. Yang juga katanya di dalamnya ada pembinaan yang lain dari pada partai lainnya. Hal ini membuat saya makin membenci perpolitikan dalam negeri. 

Sampai sejak saya berhak memilih dalam suatu pemilihan, saya tidak pernah datang mencoblos. Karena bagi saya semua partai sama saja, sama-sama buaya pemerintahan yang kan mencaplok mangsanya ketika sudah dipercaya.

Sabtu, 23 Maret 2013

Mari Belajar Bijak Memimpin


Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka juga mencintai kalian, kalian mendoakan kebaikan untuk mereka dan mereka juga mendoakan kebaikan untuk kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka juga membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka juga melaknat kalian. Kami bertanya, “Wahai Rasulullâh, tidakkah kita melawan mereka dalam keadaan demikian.” Beliau  menjawab, “Tidak, sepanjang mereka masih menegakkan sholat. Ingatlah, siapa yang dipimpin oleh seorang pemimpin lalu ia melihatnya melakukan sesuatu dari kemaksiatan kepada Allah, maka handaknya ia benci kepada maksiat yang dia lakukan dan jangan sekali-kali membatalkan ketaatan kalian kepada mereka. (Hadits ‘Auf bin Mâlik radhiyallâhu ‘anhu dalam riwayat Muslim)

Memimpin sebenarnya adalah seni mencintai yang meliputi kekuatan sabar mendengarkan, ketajaman hati dalam memahami yang kesemuanya harus terimplikasi dalam kebijaksanaan untuk menyejahterakan. Untuk itu hanya orang-orang tangguh berjiwa besar yang akan mampu berkuasa bersama cinta.

Karena memimpin berarti mencintai, maka menurut M. Anis Matta, Lc dalam Serial Cinta-nya; cinta mengajarkan kita untuk memperoleh hak-hak kita dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban kita kepada orang lain. Itulah yang mempertemukan dua kutub jiwa. Pertemuan itulah yang membuat kita genap-menggenapi, dan saling menyempurnakan karya kehidupan. Jadi bukan karena cinta buta penuh ambisi dengan menghalalkan segala cara yang seharusnya diterapkan pemimpin sejati, tapi cinta yang membersamakan rasa pemahaman.

Sejarah pernah mencatat kearifan seorang pemimpin sejati di zaman sahabat nabi, dialah Umar Bin Khatab. Seorang khalifah yang pernah memanggul karung makanan dengan pundaknya sendiri untuk diberikan pada salah satu rakyatnya yang kelaparan. Begitulah jalan cinta mengajarkan seorang pemimpin, agar sabar mendengar lalu dengan nurani melangkah memahami.

Minggu, 17 Maret 2013

Dari Kalam Murobi


Teringat kalam murrobi beberapa pekan ke belakang, dia menceritakan hikmah kebijaksanaan. Tentang seorang janda tukang tenun yang mempunyai banyak anak pada zaman Nabi Daud. Sepeninggalan suami tercinta, dia berusaha membuat kain selama beberapa hari untuk kemudian di jual di pasar. Besar harapannya agar kain itu nantinya segera terjual, agar dia dan anak-anaknya bisa makan. Sambil menyelesaikan pekerjaannya, dalam hati kecilnya dia mengeluh pada Allah perihal pahitnya hidup yang dijalani. Sampai pada saat kain itu jadi, dan harus segera di jual.

Ketika janda itu bersama anak-anaknya pergi ke pasar hendak menjual kain tersebut, di tengah jalan datanglah seekor burung yang dengan tiba-tiba mengambil kain itu lalu membawanya pergi. Serta merta mereka terkejut dan berusaha mengambilnya kembali. Tapi burung itu sudah jauh meninggalkan mereka.

Janda itu membuncah rasa dan mengeluh bahkan sampai menyalahi Allah dengan berkata;

“Allah tidak adil…… Allah tidak adil…… “

Kemudian janda tadi akhirnya pergi menemui Nabi Daud dan mengadukan semua kejadian itu dengan mulut yang masih mengutuk burung yang membawa kainnya pergi. Juga menyalahi Allah yang menurutnya tidak adil.

Kamis, 14 Maret 2013

HADAPKAN WAJAH


Hadapnya wajah itu,
Sedari ragu membuncah ambigu menakar tentu-tentu tertentu,
kebaikan-Mu meliputi kezaliman zaman
yang terbuihkan bodohnya alam igau akhir masa.
Kerusakan demi kerusakan adalah pembenahan-Mu dalam tangis mereka,
saat taklif tertancap dijantung rahim manusia.
Semesta menghadap pada-Mu kala itu

Saat sujud sujud cemas tak mencemaskan yang bersujud,
saat darah darah teralirkan sementara yang menyaksikan
siap menambahkan aliran darah itu,
saat sejuta tangis menggema namun yang terdengar hanyalah tasbih
yang men-tahmidkan tahlil-Mu,
saat ketakutan akan keburukan itu adalah kebaikan,
saat firman berabad silam menjelma nyata tanda penutup massa.
Semesta mesti menghadap pada-Mu kala itu

Minggu, 03 Maret 2013

Tak Ragu Pada-MU

-->
Kini aku tak lagi ragu pada jelaga kelabu yang kerap meremuk-remuk rindu atas salju yang hangat. Semenjak kalimat-demi kalimat ku teguk bagai anggur di musim hujan, tak lagi rasanya kujumpai ocehan menantang yang selalu berhambur bagai demonstrasi massa ketika penguasa tak lagi punya jiwa yang bijaksana. Sedih itu memang sesekali hadir, tapi catatan-Nya telah abadi menghibur kegelapan malam saat para insom tertawa mencatat tanda-tanda waktu yang kian menua.

Lelahpun selalu beriring debu dibawah hamparan biru bak panggung seni dimana burung-burung kecil meliuk-liuk bebas tanpa dosa. Lalu lalang itu merumitkan detik yang tak kan bertahan lama, tapi selalu acuh dan keluh menghiasi putaran lapisan tanah bumi.

Mengapa rasanya semakin janggal bila celoteh itu menggema dan terus menggema dimana-mana, tidakkah mereka merasa damai dengan tangisan embun pagi yang bertasbih penuh cinta?saat matahari kembali dirangkul senja, lalu malam segera siap menjelang membawa bintang-bintang penghias kesenyapan?atau saat altar maut diperdengarkan dan mayat-mayat dibariskan ketika tanah suci dihanguskan?

Rabu, 27 Februari 2013

Dalam Dekapan Cinta


Dalam dekapan cinta,
Dulu kau bukan siapa-siapa bagiku
sebelum Yang Maha Mencintai mempertemukan kita.
Banyak prasangka yang hinggap ketika kau mengetahuiku
dan aku pun tahu siapa dirimu.
Tapi Yang Maha Mengetahui mengerti degub debar jantung
yang terhias saat kita saling memandang.

Kau bukan wanita sempurna,
namun Yang Maha Sempurna memperlihatkan kesempurnaan cinta
dalam tulusnya penjagaan hatimu untuk ku.
Kau bukan wanita perkasa,
namun Yang Maha Perkasa menunjukkan
betapa kuatnya keinginanmu membersamaiku
ketika coba menggoda hari-hari kebersamaan kita.
Kau bukan wanita tercantik,
namun senyum mu selalu ada untuk ku.
Kau bukan wanita terpintar,
namun kecerdasanmu yang lain menutup kelamahanku yang lain.

Dalam waktu yang hangat,
Membersamaimu adalah kesejukan terindah yang tenang




Sabtu, 23 Februari 2013

Berawal Sakit Hati Berujung Jatuh Hati

-->
Teringat tahun pertama pernikahan, saya adalah seorang “syabab” yang dipertemukan dalam mahligai rumah tangga dengan seorang akhwat kader PKS. Perbedaan pandangan kami memang terkadang memicu tumpahnya “bumbu” yang amat sedap dalam rumah tangga. Waktu itu hari minggu pas saya sedang mengalami demam walau tidak seberapa parah, entah mengapa istri saya memaksa agar saya mengikuti kegiatan demo. Padahal sudah beberapa kali saya peringatkan kalau saya sedang sakit, tapi dia terus berusaha membujuk. Sampai ketika saya izinkan dia pergi sendiri untuk demo saja, dia masih berusaha meyakinkan saya.

Hal ini lah awal mula kemarahan dan rasa sakit hati saya. Tapi pun terbersit dalam hati kecil untuk mencari tahu kekuatan apa sebenarnya yang ada dalam PKS, sehingga berulang-ulang istri saya meyakinkan saya untuk ikut demo pada waktu itu.

Sekitar pertengahan tahun 2010 di daerah Kembangan Selatan, Jakarta Barat saya berkenalan dengan teman-teman pengurus ranting PKS disitu. Karena janji saya pada istri untuk ngaji dengan PKS dan juga rasa penasaran ingin mencari tahu apa serta seperti apa itu PKS, akhirnya saya bergabung.

Bulan-bulan pertama saya mengaji dengan PKS, masih sering ada keengganan untuk menghadiri liqo pekanan. Ada saja alasan saya agar bisa meliburkan diri dari kegiatan itu, sampai beberapa kali saya merasa tersindir dengan ucapan murobbi pada waktu itu. Namun tetap saya jalani, dan teman-teman ranting pun selalu mensupport.

Selasa, 12 Februari 2013

VD = Valentine Death


“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk dalam golongan kaum tersebut”  (HR. Ibnu Abbas)

Hari kasih sayang yang di gembar-gemborkan jatuh pada tanggal 14 Februari, tak lebih hanyalah tipu daya yang lahir dari persekongkolan politik kaisar Romawi berabad-abad silam.

Pada abad ke 16-17 silam, orang-orang Romawi kuno memiliki salah satu upacara ritual penghormatan pada dewa alam (Lupercus). Saat itu di sana amat kental dengan paganisme, hingga sebagian mereka memeluk agama nasrani. Sampai pada suatu masa di mana telah banyak rakyat Romawi yang memeluk nasrani, namun para pembesar kerajaan masih suka melakukan ritual-ritual pagan. Kemudian keadaan bergejolak, banyak rakyat menentang apa yang dilakukan oleh lingkungan kerajaan.

Di saat itulah terjadi konspirasi budaya, di mana untuk menenangkan rakyat Romawi dan demi keberlangsungan ritual penghormatan pada Lupercus. Akhirnya Paus Gelasius I pada masa itu menggemakan ajakan untuk menghormati jasa seorang pendeta yang dipercaya amat taat menyebarkan agama nasrani. Yang mati di eksekusi oleh raja Claudius II pada tanggal 14 Februari 270 m. Dan pendeta itu bernama Valentine yang ternyata memiliki banyak pengikut. Sejak saat itu para pengikut Valentine selalu mengadakan perayaan penghormatan atas jasa-jasanya pada tanggal di mana dia di eksekusi.

Hingga sampai saat ini, 14 Februari dikenal sebagai hari kasih sayang. Hari di mana para pengikut Valentine merasakan indahnya jasa perjuangan pendeta itu dalam menyebarkan agama nasrani. Yang sebenarnya di belakang semua itu, lebih menjurus pada perayaan penghormatan pada dewa alam (Lupercus).

Lalu pantaskah orang-orang muslim, yang mengaku Islam dan bertuhankan Allah Azza wa Jalla, turut serta dalam perayaan semacam itu? Tidakkah malu pada Allah yang kasih sayang-Nya tak terbatas hari dan tanggal?

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra : 36)

“.... Sebenarnya bagi orang kafir, tipu daya mereka itu dijadikan terasa indah dan mereka dihalangi dari jalan yang benar. Dan barangsiapa di sesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun yang memberi petunjuk baginya. Mereka mendapat siksaan dalam kehidupan dunia, dan azab akherat pasti lebih keras. Tidak ada seorangpun yang melindungi mereka dari azab Allah.”               (QS. Ar-Rad : 33-34)

INGAT!!! Ini bukan hanya sekedar cokelat, bunga atau kata-kata manis pujangga. Tapi ini adalah prinsip orang bertakwa.

SAY NO TO VALENTINE DAY

“Hanya ada dua jenis manusia yang merayakan valentine day; KAPITALIS yang KEJI dan ORANG BODOH yang TERTINDAS.” (Ust. Shofwan Al-Banna)



13 Februari 2013; 3:30 WIB
Share coz care, -MK.

Senin, 11 Februari 2013

Teruslah Berbaik Sangka


Teringat kalam murrobi beberapa pekan ke belakang, dia menceritakan hikmah kebijaksanaan. Tentang seorang janda tukang tenun yang mempunyai banyak anak pada zaman Nabi Daud. Sepeninggalan suami tercinta, dia berusaha membuat kain selama beberapa hari untuk kemudian di jual di pasar. Besar harapannya agar kain itu nantinya segera terjual, agar dia dan anak-anaknya bisa makan. Sambil menyelesaikan pekerjaannya, dalam hati kecilnya dia mengeluh pada Allah perihal pahitnya hidup yang dijalani. Sampai pada saat kain itu jadi, dan harus segera di jual.

Ketika janda itu bersama anak-anaknya pergi ke pasar hendak menjual kain tersebut, di tengah jalan datanglah seekor burung yang dengan tiba-tiba mengambil kain itu lalu membawanya pergi. Serta merta mereka terkejut dan berusaha mengambilnya kembali. Tapi burung itu sudah jauh meninggalkan mereka.

Janda itu membuncah rasa dan mengeluh bahkan sampai menyalahi Allah dengan berkata;

Rabu, 23 Januari 2013

RENUNGAN BANJIR IBUKOTA


Januari 2013 saat Jakarta terkepung banjir,

Cerahnya langit pada saat tahun baru yang dibalas hujan kembang api oleh warga ibukota, tak membuat pemapar pelangi itu mengembalikan pada bumi dengan pengembalian yang terburuk. Yang Maha Kasih Membelai bumi dengan menjatuhkan keberkahan yang tak terbendung karena tanah berubah aspal dan trotoar, sementara doa pinta hanya sekedar keperluan warga semata. Bukan karena sadar jiwa akan hidup yang sementara.

Jakarta dalam rengkuh langit,

Senin, 14 Januari 2013

ANGIN


Hhhuuuusssttt……

Kala kau lewat damai serasa menentramkan, ku ingat sepi dalam bayang-bayang pematang siang yg sunyi, hanya debu desa dan panasnya udara matahari menemani. Sjauh mataku memandang ternyata waktu tertawa melihatku terdiam, merasa aneh denganku yg terdiam, smakin menjauh karenaku yg terdiam, kulihat matanya mengisyaratkn kesombonganku katanya.

Angin itu berlalu setiap waktu, melintasi pori-pori hulu nafas setiap yg bernafas, melalui lembah-lembah gundah setiap masanya, menyambangi ketenangan alam yg terpajang indah. Angin itu diam bukan tanpa alasan, kadang keadaan geografis suatu tempat mengharuskannya berhembus lambat, kadang pada padang yg berpasir dia akan membawa serta debu ke mukamu.
-->

Kamis, 03 Januari 2013

KARENA SABAR ITU SIBUK


Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. al-Baqarah [2]: 214)

Sejarah menceritakan bagaimana seorang manusia yang tadinya kaya dan memiliki keluarga utuh, tetap tenang menjalani hari meski setan telah berhasil mencerai-beraikan keluarganya. Dia pun selalu sibuk memindahkan puluhan ulat yang menempel ditubuhnya saat hendak beribadah pada Allah, namun kesibukannya itu tak membuatnya mengeluh apalagi menyalahi nasib. Dia juga selalu sibuk mengadukan semua pada Allah, hingga kisahnya abadi tercatat.

“Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya; “Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan. (Allah berfirman): “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).”(QS. Shaad : 41-44)

Terceritakan pula bagaimana sibuknya para pejuang kemerdekaan suatu bangsa yang sabar mempersiapkan kemerdekaannya kelak. Mereka selalu sibuk dengan beragam cara dan strategi, meski harus terulang kekalahan dan membutuhkan banyak pengorbanan. Namun pada hakikatnya mereka sabar dalam kesibukannya melihat aliran darah yang tumpah ditangan para penjajah. Mereka sibuk berusaha mengubah penjajahan menjadi kemerdekaan, dengan terus melapangkan dada sabarnya dan meyakini bahwa Allah pasti membantunya.