Sabtu, 15 November 2014

Keyakinan Itu Menjadi Kenyataan

Puisi di bawah ini saya tulis 2 tahun yang lalu, saat itu sedang ada masalah dipekerjaan. Banyak ketidaksesuaian yang terjadi, ketidakstabilan manajemen hampir di setiap divisi membuat jengah rutinitas kerja. Di kala itulah saya tuliskan puisi ini; 

Antara rela dan tidak,
Ku menanti dibibir waktu yang terbelenggu
Detik yang membisu dikesabaranku
Itu bukan tanpa pilu

Dayaku yang tertata bangga
Bukan buih selemah lembaran debu senja
Bukan tanpa rasa yang berharap seiya

Antara rela dan tidak
Peduli ini terletak dikeseimbangan bijaksana
Beda kata pada aturan yang menyiksa
Dan tekanan itu ternyata meng-ambigu reda

Antara rela dan tidak
Bila aku akhirnya luruh dibeda senja
Menapak berputar dilain roda
Masa itu mungkin kan segera

Minggu, 09 November 2014

Maha Mengkhususkan

".... Karena Dialah Allah Yang Maha Mengkhususkan..."

Begitu kira-kira bisik hatiku saat banyak orang yang mempermasalahkan suara ku yang kecil, seorang pemuda dengan suara kemayu kata seseorang dengan mulut jahatnya. Memang suara ku kecil, persis gadis remaja, atau bahkan anak kecil kata seorang mba-mba di ujung telepon sana pada suatu senja.