Minggu, 31 Juli 2016

Disaat Yang Tak Terduga

Disaat Yang Tak Terduga

Disaat yang tak terduga memang Allah selalu memberikan kejutan pada hamba-hamba-Nya, Allah senang membahagiakan hamba-hamba-Nya, Allah selalu menepati janji hamba-hamba-Nya



Akhir Juli 2016 ada satu kejutan istimewa yang Allah hadirkan dalam kehidupan kami, mimpi istriku tentang usaha bunga sabun nya yang pernah ku janjikan tunai sudah terbayar. Suatu pagi itu ada pesan sampai di whatsapp ku meminta izin agar kami sudi jadi narasumber sebuah acara televise di TVRI. Acara yang mengedukasi anak-anak negeri, acara yang menginspirasi perkembangan kecerdasan anak bangsa. Bunga sabun kami rupanya menarik mereka agar keterampilan ini bisa ditularkan pada anak-anak negeri dalam tayangan Buah Hatiku Sayang.

Saat itu tak banyak yang ku fikirkan karena sejatinya ini adalah kesempatan yang Allah hadirkan untuk usaha bunga sabun kami. Alhamdulillah….. jadilah kami narasumber yang syuting pada hari selasa tanggal 26 Juli 2016. Bertepatan setelah tiga hari ulang tahun istriku. Senangnya bukan main dia, mimpi nya ku tunaikan sudah lewat usaha marketing online yang ku yakini dan memang terbukti sudah menghasilkan keajaiban-keajaiban usaha kami.

Hari itu kami bertemu dan syuting bersama Shahnaz Haque. Seorang artis cantik yang ramah dan cerdas. Dia menjadi host di acara tersebut, mendampingi anak-anak mencari inspirasi agar generasi bangsa mampu berkreasi dan lebih maju lagi. Di Buah Hatiku Sayang, kami belajar sesuatu yang baru. Mulai dari menghafal script/ naskah, hingga korelasi antara arahan dan tahapan ditiap segment nya.

Rabu, 15 Juni 2016

Jangan Jadi Ular, Jadilah Kupu-kupu

Jangan Jadi Ular, Jadilah Kupu-kupu


Karena kesabaran adalah pergerakan, karena kesabaran adalah perbuatan. Maka jangan jadi ular, jadilah kupu-kupu di ramadhan kali ini.


Tak terasa kini sudah sepuluh hari pertama ramadhan 1437 H berlalu. Ramadhan adalah bulan terbaik umat islam yang di dalam nya terdapat banyak sekali keberkahan dan keberlimpahan pahala dan rezeki. Sejarahpun mencatat ramadhan sebagai bulan pendulang kemenangan bagi umat islam. Bulan di mana para penggiat ibadah bersemangat menuju ampunan, bulan dimana umat ini menjadi generasi tangguh yang terlatih sabar juga dekat pada kitab penuntun arah kehidupan. Al-Qur’anul Karim.

Berpuasa sejatinya juga adalah amanah agama-agama terdahulu yang tersempurnakan dengan kedatangan islam dan ajarannya. Banyak literatur selain islam yang memang menganjurkan untuk berpuasa, karena hasilnya bukan hanya akan tangguh secara spiritual dari sisi kesehatan pun akan mengalami perbaikan yang positif dengan berpuasa.

Berpuasa sesungguhnya adalah menahan diri tapi tetap bergerak dalam kesabaran. Menahan diri dari segala yang tadinya halal menjadi haram karena aturan syariat agama telah menetapkan seperti itu. Apalagi dari yang haram, sama sekali harus ditinggalkan. Bergerak dalam kesabaran sujud-sujud panjang di tiap malam saat tarawih, tahajud, maupun witir. Bergerak dalam langkah kesabaran menuju masjid di gelap nya hari subuh pagi. Bergerak dengan sabar tapi pasti untuk melindungi agama ini dari rongrongan para pendengki.

Maka jangan jadi ular yang sabar dalam gerakannya menanti kulit berganti tapi hakikatnya dia tetaplah ular, hewan panjang melata yang beracun mematikan. Tapi berusahalah bergerak cantik dalam sangkar ramadhan seperti ulat dalam cangkang kepompong. Dengan gerakan dzikir dan tilawah, dengan doa dan langkah nyata wujudkan syariah. Agar setelah masanya tiba, kemenangan penantian bagi seorang hamba adalah gelar takwa, gelar yang lebih mulia dari para sarjana dan professor manapun yang hanya bisa menghina aturan agama. Sebagaimana ulat yang tadinya adalah makhluk menjijikan berubah menjadi seekor kupu-kupu cantik yang dapat terbang bebas di angkasa.