Jumat, 11 Agustus 2017

Bersandar


Pernahkah kamu melakukan perjalanan naik busway di jam-jam sibuk atau sore hari saat jam pulang kantor ? pastinya kondisi busway akan sangat padat dan bahkan ngantri nya lama untuk shelter tertentu, jika sudah kebagian busway pun jarang dapat tempat duduk. Dan jika sudah berdiri, posisi paling nyaman adalah mencari sandaran.

Bersandar pada saat-saat itu rasanya menentramkan, paling tidak selama perjalanan kita akan mendapatkan kenyamanan meski tidak dapat tempat duduk.

Iseng-iseng berfikir, bagaimana jika perjalanan dalam busway itu adalah kehidupan dan kita tidak dapat posisi nyaman selayaknya tempat duduk ? pastinya sandaran adalah tujuan yang semestinya di cari, pada apa pun yang membuat perasaan nyaman dan menenteramkan itu ada. Dan sandaran itu haruslah kokoh serta dapat kita andalkan jika terjadi goncangan dalam perjalanan. Tentu nya kita pun akan berpegang erat pada sandaran itu jika sudah menemukan nya.

Kamis, 27 Juli 2017

BELAJAR MENGGALI PESAN CINTA

Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku (Muttafaqun Alaih)

Cinta selama nya selalu romantis meninggalkan kesan mendalam bagi yang mengalami ataupun hanya sekedar melihat atau membaca kisahnya. Romantisme cinta jua membekas menjadi potongan-potongan sejarah indah yang selalu syahdu untuk di ceritakan pada generasi selanjutnya.
Kala cinta bermula saat bersua;

Bukankah Aku ini tuhanmu ? 

Maka cinta yang lain menyambut;

Betul, (Engkau tuhan kami), kami menjadi saksi

Lalu di mulai lah romantisme itu dalam hubungan penjagaan cinta terhadap yang di cintai nya. Meski tak selamanya cinta berbalas hal yang sama, tapi tidak dengan Sang Pencinta sejati. Dia amat sabar membersamai seperti dalam pesan-Nya

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)