Rabiah adawiyah, saat Ramadhan 1434 Hijriyyah
tercatat sudah dalam sejarah
demokrasi di khianati hak asasi
saat Mesir terpimpin DR. Moursiy
saat para pengkhianat lakukan kudeta
saat dunia dibuat buta berita
taukah di Rabiah adawiyyah sana,
saat presiden yang sah terpilih dikudeta
di culik dan di sandera junta-junta durjana
rakyat Mesir berdemo damai hingga takbir menggema
memenuhi rongga-rongga nafas kota
disana,
tak ada yang hendak mereka pinta
selain pengembalian presiden pada posisi yang semestinya
tak ada yang mereka bawa
selain Al-Quran penenteram jiwa
bukan senjata
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 Agustus 2013
Kamis, 14 Maret 2013
HADAPKAN WAJAH
Hadapnya
wajah itu,
Sedari
ragu membuncah ambigu menakar tentu-tentu tertentu,
kebaikan-Mu
meliputi kezaliman zaman
yang
terbuihkan bodohnya alam igau akhir masa.
Kerusakan
demi kerusakan adalah pembenahan-Mu dalam tangis mereka,
saat
taklif tertancap dijantung rahim manusia.
Semesta
menghadap pada-Mu kala itu
Saat
sujud sujud cemas tak mencemaskan yang bersujud,
saat
darah darah teralirkan sementara yang menyaksikan
siap
menambahkan aliran darah itu,
saat
sejuta tangis menggema namun yang terdengar hanyalah tasbih
yang
men-tahmidkan tahlil-Mu,
saat
ketakutan akan keburukan itu adalah kebaikan,
saat
firman berabad silam menjelma nyata tanda penutup massa.
Semesta
mesti menghadap pada-Mu kala itu
Jumat, 21 September 2012
MELEBURNYA SABDA LANGIT
Puisi dibawah
ini terlahir dari rahim Pilkada DKI, dimana atmosfir udara kemunafikan amat
kental tercium hingga sejagat negeri merasa berhak mencegat naik tahtanya ideologi
kafir. Selamat menunaikan ibadah puisi!!!
MELEBURNYA
SABDA LANGIT
Kebodohan adalah tarian tolol pembangkangan
ketika pilihan jelas telah disuguhkan-Nya
ucap-Nya bukan referensi semata
pun senda gurau kaum galau
ketika pilihan jelas telah disuguhkan-Nya
ucap-Nya bukan referensi semata
pun senda gurau kaum galau
Ingatkah pesan yang abadi
Janganlah kau mengambil orang yang gelap nurani
sebagai bagian yang titahnya kan kau penuhi
dan sesiapa yang mengikutinya termasuklah dia itu mereka
Janganlah kau mengambil orang yang gelap nurani
sebagai bagian yang titahnya kan kau penuhi
dan sesiapa yang mengikutinya termasuklah dia itu mereka
Rabu, 19 September 2012
CECERAN DARAH DIBULAN BERKAH
Ramadhan 1433 hijriyah,
Catatan-Nya mengagungkan-Nya dalam hela detik yang
merah
Kemegahan seribu bulan tak serta jadi ladang toleran
Hak asasi hanya jadi wacana busuk para pendengki
Perbincangan jalan damai malah jadi ajang konspirasi
Rohingya yang basah dengan darah
Saat kita gembira menyambut detik puasa, di sana
mereka diancam dan di siksa
Saat kita meributkan awal sahur, di sana mereka
ketakutan digempur
Saat kita menikmati buka puasa bersama keluarga,
Disana batin mereka menangisi keluarganya yang baru
saja terbunuh
Saat kita mengeluh di siang hari,
Disana mungkin saja mereka sedang berlari sembunyi
Dari peluru-peluru binatang pembersih etnis
Langganan:
Postingan (Atom)
Syukron Ray, Terima Kasih Re
Syukron Ray, 11 tahun yang indah sudah jadi bayangan kenangan yang tak bisa diulang. Saat ini waktu selama itu ternyata seolah hanya mim...
-
Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan y...
-
Syukron Ray, 11 tahun yang indah sudah jadi bayangan kenangan yang tak bisa diulang. Saat ini waktu selama itu ternyata seolah hanya mim...
-
Jangan Jadi Ular, Jadilah Kupu-kupu Karena kesabaran adalah pergerakan, karena kesabaran adalah perbuatan. Maka jangan jadi ular...