“Dan (ingatlah), ketika Musa
berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu
ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan menjadikan kamu sebagai
orang-orang merdeka, dan memberikan kepada kamu apa yang belum pernah diberikan
kepada seorang pun di antara umat yang lain." (QS. Al-Maidah: 20)
Begitulah bayan sang Nabi kepada umat nya, penuh cinta
membelai nurani agar senantiasa selalu bersama kebaikan hingga surga nanti.
Namun Allah hendak memberikan pelajaran bagi kehidupan selanjutnya, kaumnya
kemudian tercatat sebagai pembangkang yang
menyelisihi gurunya sendiri. Bahkan saat sang Nabi mengajak mereka menuju tempat
terbaik, mereka malah memilih tempat yang rendah dan kemalasan.
"...Sesungguhnya
Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami
kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)..." (QS.
At-Tiin: 4-5)
Ingatkah saat bani Israel menentang dan melanggar
sumpah serta janji nya pada Thalut, karena menganggap bahwa Thalut bukan dari
keturunan terhormat yang berkompeten menurut mereka. Dengan indah Allah
mengisahkan kepemimpinan Thalut dan pembangkangan bani Israel;